Langsung ke konten utama

Islamku Menangis

 Oleh : Uswatun Hasanah
Menangis
Add caption
Lihatlah fenomena yang menjulang tinggi di sekitar kita. Sebuah gambaran hakikat agama Islam sudah pudar di kalangan masyarakat. Terasa hambar dan hampir sirna ditelan zaman modern ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak seiring dengan kemajuan umat Islam. Pantaskah kita masih berpangku tangan dan tertawa sekeras- kerasnya menikmati itu semua? Sedangkan Islam sudah enggan bersahabat dengan negeri ini.
Berbagai problematika yang terjadi dan hangat diperbincangkan di kalangan publik. Kisah aliran sesat Ahmadiah belum terselesaikan saat ini, padahal pemerintah sudah menetapkan aturan penghapusan aliran Ahmadiah di Indonesia. Selain itu, yang paling mengerikan yaitu banyak orang yang mengaku diri sebagai Nabi yang mendapat wahyu dari Allah SWT., dan mengubah syahadat. Sungguh tragis zaman ini. Berbagai situs di internet memuat ajaran- ajaran sesat yang dapat mempengaruhi akal pikiran manusia. Tidak berguna lagi semua penjelasan Al-qur’an dan Hadist.

Terdengar para tokoh ulama memberikan arahan kepada khalayak dari berbagai corong masjid tetapi ironisnya masyarakat lebih memilih berdiam diri di rumah daripada keluar masjid untuk menghadiri majlis ta’lim. Salah satu sampel yang berdasarkan pengalaman saya yaitu ketika menghadiri pengajian di sebuah gubuk yang bermuara di Lombok timur. Di sana terdapat kurang lebih 80 orang laki-laki dan 50 orang perempuan yang hadir, sedangkan jumlah peduduk berkisar di atas ratusan ribu orang. Dilain sisi pada saat acara pertunjukan gamelan, kebanyakan orang berlari menyaksikannya. Kuantitas penonton naik secara drastis dan mengalahkan kuantitas orang yang menghadiri pengajian itu. Melihat kondisi seperti ini, sepatutnya kita malu pada diri sendiri.

Agama Islam juga mengajarkan kedamaian intern dan antar agama. Hal ini hanya manis diucapkan pada bibir saja. Di setiap pelosok desa maupun kota, perpecahan umat sedang membanjiri masa. Tanpa dipungkiri lagi, kisah bom Bali 1 yang menelan ribuan korban yang terjadi beberapa tahun yang lalu dengan ditetapkannya tiga orang tersangka yaitu Imam Samudra, Ali Gufran, dan Amrozi. Ketika banyak orang berinstruksi ‘Apa agama mereka? Mereka menjawab ‘Islam’. Sebuah jawaban yang menggugah umat Islam di seluruh dunia sehingga orang kafir menganggap Islam itu agama teroris. Bagaimana citra Islam yang cinta kedamaian itu? Apakah umat Islam saat ini tidak bermuka dua melihat kondisi ini dan anggapan keras dari pihak-pihak di luar sana? Nah, apa yang anda rasakan?

Berbagai runtutan kejadian yang menjadi cerminan kita tentang keberadaan Islam di negeri ini. Pengalaman saya ketika mengikuti kuliah sore di rumah, salah seorang ulama mengatakan bahwa Islam itu akan kembali ke negeri Hijaz yaitu Mekkah dan Madinah. Penduduk yang bermukim di sana adalah Islam yang sangat memegang teguh agama. Menurut catatan dunia, tingkat kriminal terendah di antara negara-negara lain di dunia adalah Arab karena Islam sebagai tolak ukur dalam kehidupan mereka.

Di Indonesia terdapat jutaan penduduk mayoritas Islam. Tetapi pada kenyataannya apakah kita sudah menjauhkan diri dari hal yang berada diluar batas agama?

Bila anda pandai mengamati fenomena sosial yang ada di kalangan masyarakat yang memiliki berbagai warna stratifikasi. Mungkin anda akan menangis dengan semua gerak-gerik setiap insan. Anda juga patut bersyukur jika anda tidak termasuk ke dalam hal yang akan kami contohkan di bawah ini. Coba anda lihat, para anggota DPR sedang menikmati uang hasil korupsi. Tentu anda sudah bosan melihat berita di televisi yang terus membahas para koruptor tersebut. Setelah diteliti ternyata kebanyakan mereka baragama Islam. Contoh kedua, para remaja banyak menghabiskan waktu untuk membaca majalah daripada membaca Al-qur’an. Majalah selalu tersedia sepanjang waktu sedangkan Al-qur’an hanya disimpan di atas lemari sebagai hiasan rumah, penuh debu dan sarang laba-laba mengambang di atasnya. Padahal membaca 1 ayat Al-qur’an pun mendapat 10 kebajikan bagi pembacanya.

Lain halnya juga, para ibu lebih memilih berkumpul untuk arisan yang melahirkan berbagai gosip hangat daripada mengikuti kultum siraman rohani di majlis ta’lim. Astagfirullah al-‘adzim.... Selain itu juga, banyak orang sudah mengetahui jika Islam itu agama yang mengatur etika berpakaian. Kini, Islam hanya sebuh simbol. Lihatlah rok mini, baju seksi tanpa memakai jilbab membanjiri kaum hawa remaja dan dewasa, sehingga sesuatu yang sepatutnya disembunyikan tetapi dipamerkan sehingga laris di pasar kriminal. Apa Islam sudah tidak mengena di hati mereka? Hati dan pikiran andalah yang bisa menjawabnya.

Berbagai dilema yang menyesakkan keberadaan Islam di negara ini. Islam hanya sekedar pelengkap KTP dan penutup diri dari anggapan sebagai anggota teroris yang bertindak anarkis. Manusialah yang melakukan evolusi yang mengarah kepada pelunturan arti Islam yang sebenarnya. Sesunggunya Islam sedang menangis. Siapa yang layak disalahkan? Apakah orang lain atau mungkin kita sendiri....?

Oleh karena itu, perbaikilah kemanusiaan kita agar Islam tetap menebar senyum manis kepada ibu pertiwi ini. Bukankah demikian???
Penulis Adalah Pegiat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) RO'YUNA IAIN Mataram





Enhanced by Zemanta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

METODELOGI PENELITIAN

A. Pengertian Metotelogi berasal dari kata methodology artinya ilmu yang menerangkan metoda-metoda/caracara. Penelitian adalah terjemahan dari bangsa ingris “research” yang terdiri dari kata re (mengulang) dan search (pencarian, penelusuran dan penelitian), maka reseach dapat diartikan berulang melakukan pencarian. Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia dalam Irwan Soehartono (2000:1), penelitian berarti pemeriksaan yang teliti. Jadi metodelogi penelitian adalah seperangkat pengetahuan tentang langkah-langkah sistematis dan logis tentang pencarian data yang yang berkenaandengan masalah yang tertentu untuk diolah, dianalisis, diambil kesimpulan dan selanjutnya dicarikan pemecahan masalahnya. B. Sejarah Perkembangan Metodologi Penelitian Hadi mengatakan dalam Wardi Bachtiar (1997:9) tampaknya para pakar metodologi penelitian sepakat dengan pendapat Fummel yang mengungkapkan bahwa sejarah perkembangan mencari kebenaran yang berlangsungdalam periode-periode pertama adalah trial er...

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN CARA BELAJAR SISWA MELALUI SISTEM MODULAR PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X JURUSAN AKUNTANSI   DAN TATA BUSANA A. Pendahuuan 1.       Latar Belakang Masalah Kegiatan Belajar di sekolah adalah rangkaian kegiatan dari sebuah system yang memerlukan perlengkapan antara lain Kepala Sekolah, Staf Tata Usaha, Guru, Siswa maupun sarana prasarana lainnya. Salah satu hal yang penting dalam memudahkan kegiatan belajar mengajar adalah buku buku pegangan untuk siswa. Materi kewirausahaan di SMK sering mengalami perubahan seiring dengan perubahan kurikulum yang ada.Pada saat ini di SMK diterapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang menuntut siswa untuk belajar secara aktif dan mandiri, dimana peranan guru ditempatkan sebagai sarana motivator atau pembimbing maju dan berkembangnya pola belajar mengajar di dalam kelas. Oleh karena itu sangat penting bagi siswa untuk memiliki buku panduan belajar atau modul, dalam hal ...

MAKALAH Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt

BAB I  PENDAHULUAN  A. Alasan Memilih Judul  Makalah ini berjudul “Iman Kepada KitabKitab Allah Swt”. Adapun yang menjadi masalah penulis dalam memilih judul ini adalah sudah ditentukan oleh Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.  B. Rumusan Masalah  Sebagaimana kita ketahui, Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt berarti menyakini adanya kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul dan Nabi untuk disampaikan kepada Umat Manusia. Maka dari itu kita harus wajib berpedoman kepada kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah Swt kepada nabi dan rasul-Nya supaya untuk mendapatakan kebahagiaan di dunia maupun diakhirat. Oleh karena itu di dalam pembahasan Makalah ini penulis hanya akan membahas masalah “Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt”.  C. Tujuan Pembuatan Makalah  Adapun yang menjadi tujuan dari pada pembuatan makalah yaitu sebagai berikut :  1. Sebagai bahan bukti bahwa kita wajib percaya kepada kitab-kitab yang diturunka...